Sejarah Animasi (part 1)

Sabtu, 04 Desember 2010 » 0


Gambar Buruan
Segala sesuatu yang memiliki unsur gerak, bernafas dan memiliki jiwa bisa dikatakan memiliki unsur animasi. Bila dijabarkan lebih jauh, animasi bisa juga diartikan berhubungan dengan kehidupan. Dengan demikian pengertian animasi menjadi tak terbatas karena masalah kehidupan juga sangat tidak terbatas. Di Eropa, orang percaya bahwa masyarakat dahulu sudah mengenal animasi, yang dibuktikan dengan ditemukannya gambar-gambar berupa hewan-hewan buruan yang lari dengan kaki-kaki yang banyak di atas badan seekor bison atau babi hutan pada kurun waktu ±20.000 tahun yang lalu.


Visual dari Zootrope
Animasi Zootrope
Embrio film animasi sendiri dikenal di daratan Eropa melalui penemuan Antanuasus Kircher yang membuat Magic Lantern pada tahun 1640. Alat yang berupa lentera dimana cahaya disorotkan pada gambar satu persatu (seperti pertunjukan slide). Pada tahun 1824 Peter Mark Roget meneliti tentang kemampuan mata kita menangkap gerak atau disebut sebagai persistence of vision. Kemudian Thaumatrope temuan John A. Paris pada tahun 1824, Joseph Plateau pada tahun 1826 dengan Phenakistoscope dan membuat Zootrope oleh Pierre Desvignes tahun 1860.


Otto Messmer dan Pat Sullivan
Walt Disney

Tahun 1914 muncullah McCay, orang pertama yang mencoba mengembangkan karakter tokoh dalam filmnya secara emosional. Kemudian ada pula Otto Messmer dan Pat Sullivan yang menciptakan karakter kartun Felix The Cat. Disusullah karakter emosional itu oleh Walt Disney dengan mengembangkan kehalusan bentuk DNA karakter yang diciptakannya melalui prinsip gambar animasi 24 frame per detik serta mengejar realita bentuk yang menyerupai manusia, meskipun karakter yang digunakan adalah benda mati.

Hanna Barbera
Seiring berkembangnya teknik 24 frame per detik milik Disney itu kemudian muncullah studio-studio animasi seperti Hanna Barbera yang dianggap “mengkhianati” pakem animasi karena menggunakan jumlah gambar yang lebih terbatas jumlahnya (limited animation). Gaya animasi ini kemudian dikembangkan oleh para animator di Eropa dan Asia (Jepang terutama - dengan style manga/animenya), termasuk di dalamnya adalah Indonesia.

(bersambung...)

 



sumber:
1. Buku The Technique of Film Animation (John Halas)
2. Buku Keajaiban Animasi (Gatot Prakosa)

3. Animated Cartoons
4. The National Cartoonist Society

Sakisaku

Anda sedang membaca Sejarah Animasi (part 1) di "under the brain".

It's About

Leave a Reply