Tampilkan postingan dengan label opinisiasi. Tampilkan semua postingan

Kuasailah Media, Maka Kau Akan Menguasai Dunia

Senin, 12 Agustus 2013 » 0

source: Foto Ilustrasi: Media vs Kepentingan Pemilik (Sumber www.analisadaily.com)

Akhir-akhir ini banyak dijumpai grup dan forum diskusi di beberapa media, baik itu jejaring sosial, blog pribadi, situs berita online hingga web-web lintas agama dan politik. Lalu apa masalahnya? Seringnya dijumpai diskusi itu berlangsung padat dan penuh emosional. Apalagi ketika mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan politik dan SARA. Tak jarang bahkan para user yang berkomentar saling mengumpat dan melontarkan kata-kata kasar. Hal yang terkadang membuat tak nyaman bagi pembaca lain yang hanya sekedar ingin membaca jadi emosi dan ikut mengomentari. Alhasil, konten yang seyogyanya bisa menjadi ajang diskusi lumrah, bisa berubah menjadi kontes saling ejek, saling olok, saling umpat, caci dan saling menjatuhkan. Terlebih mereka yang kurang mengetahui etika berkomentar.

Tapi jangan salah, apa benar semua itu murni kesalahan dari user yang berkomentar? Belum tentu. Dari sekian banyak situs internet yang saya baca, cenderung menggunakan bahasa-bahasa yang ambigu. Mungkin bagi si pengelola situs tersebut diupayakan sebagai daya tarik. Tapi bisa juga berefek menjadi propaganda tertentu dan bahkan menjadi ajang provokasi kontra-produktif. Apalagi situs-situs internet yang bertendensi politis dan agama. Meskipun hal itu tidak bisa juga dipukul rata, dalam arti ada juga situs-situs internet yang berhaluan netral. Tapi itu hanya sedikit. Lebih banyak media-media tersebut merupakan ajang propaganda dan provokasi yang memang merupakan “pesanan” beberapa pihak tertentu.

Baca lagi selengkapnya »

Apa yang Salah dari Ideologi?

Senin, 28 Maret 2011 » 0

Indonesia adalah sebuah negara dengan beragam ideologi yang mewarnai kehidupan rakyatnya. Keberagaman ideologi yang kemudian menjadi permasalahan dengan mengangkat satu dua ideologi yang “disalahkan” dengan menggunakan “pembenaran” atas ideologi yang lain. Sebenarnya apa yang salah dari sebuah ideologi toh ideologi tak akan pernah bisa dihapus. Mengingat definisi dari Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme).

Masih tidak bisa berpikir jernih apabila mengaitkan kesalahan ideologi hanya karena kesalahan satu dua organisasi yang salah dalam menerapkan sebuah pemahaman ideologi dalam kultur kehidupan masyarakatnya. Lebih busuk lagi manakala pengaitan kesalahan ideologi itu akibat pembelokan sejarah yang tidak bisa lagi diluruskan akibat ulah dari penguasa demi mempertahakankan kekuasaan absolutnya. Pembelokan sejarah yang diiringi pembungkaman pola pikir serta ide cerdas bahkan cenderung juga pencucian otak dengan menggunakan media-media yang menjadi makanan sehari-hari masyarakatnya. Akibatnya tidak akan pernah terjadi pelurusan sejarah karena generasi mudanya tidak diperbolehkan untuk mengupas serta mengetahui kajian sejarah yang sebenar-benarnya.

Kehidupan asasi manusia adalah mata air lahirnya sebuah ideologi. Ideologi dibentuk melalui pengalaman, hubungan sosial dan status dalam masyarakat. Dan hal inilah yang bersifat abstrak serta hanya tersimpan dalam benak. Ideologi adalah kepemilikan dari masing-masing individu, bukan kepemilikan dari negara maupun organisasi, meski hal terakhir juga tidak bisa disalahkan begitu saja. Sebaliknya, kesalahan dari salah satu dua manusia yang menanamkan ideologi di benaknya tidak bisa disebut sebagai kesalahan ideologi secara keseluruhan.

Perbedaan ideologi adalah sebuah hal yang lumrah, mengingat setiap manusia mempunyai perbedaan pada dasar hakikinya. Namun manakala perbedaan ideologi (yang diakibatkan kesalahan segelintir manusia atau akibat pembelokan sejarah) dijadikan sebagai akar permasalahan yang harus dihabisi, maka ini menjadi sebuah pemahaman yang salah dalam memahami perbedaan ideologi tersebut. Ideologi bukan sebuah benda warisan yang bisa dipaksakan kepemilikannya dari satu orang ke orang lain. Hak manusia untuk memiliki ideologi berdasarkan kehidupan asasi yang membentuknya. Maka jika menggunakan ideologi A sebagai legitimasi untuk pemberangusan terhadap ideologi B maka itu adalah sebuah usaha yang bagi saya merupakan usaha yang aneh dan sia-sia. Lalu ketika hal itu dijadikan legitimasi untuk pengambilan nyawa manusia, maka ini menjadi sebuah pembelokan atas pemahaman ideologi itu sendiri. Dalam arti lain mengambil secara paksa hak asasi manusia secara sepihak pula.

Maka menjadi keheranan yang sedemikian rupa apabila dewasa ini, masih saja manusia-manusia kerap mengatasnamakan ideologi salah satu yang diamini dan diyakini untuk menghilangkan ideologi lain yang sebenarnya sudah tumbuh subur sejak dahulu kala. Hal yang kemudian berubah menjadi miris dan ngeri manakala itu dilakukan dengan membunuh dan membunuh serta membunuh, dengan mengatasnamakan ideologi satunya. Apakah ideologi bisa mempunyai salah? Apabila memang ada orang-orangnya yang salah, apakah kesalahan tersebut merupakan kesalahan dari ideologi yang kemudian bisa begitu saja diwariskan? Bagaimana dengan kita yang membunuh, apakah hal yang demikian tidak dianggap sebagai sebuah kesalahan ideologi? Atau kita sendiri tengah mengalami krisis ideologi?

sumber:  

13 Desember 2010

Senin, 13 Desember 2010 » 1

Kemarin. Panas sengatan dari entup matahari tidak begitu ganas seperti biasanya. Cenderung malah tersipu malu. Sebuah lembar pewarta harian aku buka di selembar sebelum terakhir. Tajuknya mengatakan, akan ada kumpul massa besar di DPRD di esok hari. Otakku langsung mengoprak berkas-berkas ingatan yang masih tersisa dari berita sehari-hari. Tentang keistimewaan Jogja yang sedang digaruk-garuk oleh penguasa. Kenapa? Apa karena gak berdaya nggaruk-garuk yang lain macam Gayus ama Century, kemudian mengalihkan ke yang lain? Selalu seperti inikah trik dari rezim-rezim yang pernah berkuasa di Indonesia? Yang jelas aku harus merencanakan dengan sematang-matangnya rute mana yang yang harus aku lalui di esok hari demi menghindari gegap gempita tersebut.

Baca lagi selengkapnya »

WikiLeaks

Rabu, 08 Desember 2010 » 0

Pada bulan Desember 2006 terdapat sebuah situs di internet yang mengumpulkan materi informasi yang dikategorikan rahasia oleh pemerintah atau perusahaan. Situs internet itu bernama WikiLeaks. Pendirinya adalah seorang mantan hacker, yang juga seorang jurnalis dan aktivis internet, dari Australia bernama Julian Assange, yang sangat memperhatikan kerahasiaan narasumbernya. Mantan hacker ini mengatakan, ia sangat suka mengembangkan sistem yang besar dan membuat repot para penguasa. Tahun lalu Assange menerima penghargaan media dari organisasi Amnesty International. Dua tahun lalu kepala redaksi WikiLeaks ini dianugrahi penghargaan “Index on Censorship" dari majalah berita The Economist.

Baca lagi selengkapnya »

Sejarah Animasi (part 2)

Senin, 06 Desember 2010 » 0

Frame Frame Animation
Animasi Sederhana
Perkembangan animasi tersebut juga termasuk berkembangnya keinginan untuk terus menggambar format-format baru. Tercatat Emilie Reynauld dari Perancis yang berlanjut ke Thomas Alva Edison dan Lumiere, adalah orang-orang yang mengawali pembuatan film dengan menggunakan listrik. Sebuah kamera merekam motion picture di atas film, yang semula berjumlah 12 gambar per detik kemudian dikembangkan menjadi 16 gambar per detik, hingga menjadi 24 gambar setiap detik demi membuat gerakan gambarnya menjadi halus. Sehingga bila dikalkulasikan semuanya adalah 1440 gambar tiap menitnya, atau sekitar 86.400 gambar per detiknya untuk durasi 1 jam.

Baca lagi selengkapnya »

sakisaku